Senin, 19 September 2011
Rabu, 06 Juli 2011
Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu
Sub Page ini Saya buat untuk rekan2 yang ingin memperdalam Sholat Fardhu dengan meyakini dimana Sholat merupakan sebuah Media (ritual) berkomunikasi antara Mahluk dengan Sang Pencipta Allah Swt. dan dikhususkan juga bagi rekan2 yang mualaf.
Sehingga Sholat terdeskripsi tidak hanya dengan menbunyikan Surah atau pun Doa, akan tetapi dengan mengerti, meyakini, berkomunikasi memohon penuh dengan kekhusyukan kepada Tuhan YME
Semoga posting ini dapat mengantarkan kita semua ke dalam Ridho Allah Swt. dan lebih serta kurangnya saya mohonkan bimbingan bantuan dari saudara2 sekalian terimakasih.
DOA IFTITAH
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR RAHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
R U K U’
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).
RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
SUJUD
SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.
TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
Senin, 27 Juni 2011
Wawasan Al-Qur'an
HARI AKHIRAT Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya menuturkan sebuah riwayat bahwaNabi Saw. setelah selesainya Perang Badar, menuju tempatpemakaman pemuka-pemuka kaum musyrik yang tewas ketika itu,dan memanggil nama-nama mereka satu per satu: "Wahai penghuni al-qalib (sumur atau kubur). Hai 'Utbah bin Rabi'ah. Hai Syaibah bin Rabi'ah. Hai Umayyah bin Khalaf. Hai Abu Jahl bin Hisyam. Apakah kalian telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhan kalian dengan benar? Karena sesungguhnya aku telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhanku dengan benar." Kaum Muslim yang ada di sekitar Nabi bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah engkau memanggil/berbicara dengan kaum yang telah menjadi bangkai (mati)?" Beliau menjawab: "Kamu tidak lebih mendengar dari mereka (tentang) apa yang saya ucapkan, hanya saja mereka tidak dapat menjawab saya." Di sisi lain Imam Muslim meriwayatkan bahwa Masruq berkata: "Kami bertanya (atau aku bertanya) kepada Abdullah bin Mas'ud tentang ayat, Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah adalah orang-orang mati, bahkan mereka hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapatkan rezeki (QS Ali 'Imran [2]: 169)." Abdullah bin Mas'ud berkata: "Sesungguhnya kami telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah Saw., dan beliau bersabda, 'Arwah mereka di dalam rongga burung (berwarna) hijau dengan pelita-pelita yang tergantung di 'Arsy, terbang dengan mudah di surga ke manapun mereka kehendaki, kemudian kembali lagi ke pelita-pelita itu. Tuhan mereka "mengunjungi" mereka dengan kunjungan sekilas dan berfirman: "Apakah kalian menginginkan sesuatu?" Mereka menjawab: "Apalagi yang kami inginkan sedangkan kami terbang dengan mudahaya di surga, ke mana pun kami kehendaki?" Tuhan melakukan hal yang demikian terhadap mereka tiga kali dan ketika mereka sadar bahwa mereka tidak akan dibiarkan tanpa meminta sesuatu, mereka berkata: "Wahai Tuhan, kami ingin agar arwah kami dikembalikan ke jasad kami sehingga kami dapat gugur terbunuh pada jalan-Mu (sabilillah) sekali lagi. Setelah Tuhan melihat bahwa mereka tidak memiliki keinginan lagi di sana (lebih dari apa yang mereka peroleh selama ini) maka mereka dibiarkan."' Ada juga riwayat yang dinisbahkan kepada Ali bin Abi Thalibbahwa beliau bertanya kepada Yunus bin Zibyan: "Bagaimanapendapat orang tentang arwah orang-orang mukmin?" Yunusmenjawab: "Mereka berkata bahwa arwahnya berada di ronggaburung berwarna hijau di dalam pelita-pelita di bawah 'Arsyllahi." Ali bin Abi Thalib berkomentar: Mahasuci Allah. Seorang mukmin lebih mulia di sisi Allah untuk ditempatkan ruhnya di rongga burung hijau, wahai Yunus. Seorang mukmin bila diwafatkan Allah, ruhnya ditempatkan pada satu wadah sebagaimana wadahnya ketika di dunia. Mereka makan dan minum, sehingga bila ada yang datang kepadanya, mereka mengenalnya dengan keadaannya semasa di dunia. Boleh jadi ada saja yang bertanya bagaimana kehidupan itu?Kita tidak dapat menjelaskan. Memang ada saja yang berusahamengilmiahkan kehidupan di sana, tetapi agaknya hal tersebutlebih banyak merupakan kemungkinan, walaupun ada sekianrtwayat yang dijadikan pegangan. Mustafa Al-Kik, misalnya, berpendapat bahwa manusia memiliki"jasad berganda": pertama, jasad duniawi; dan kedua, jasadbarzakhi. Mustafa dalam --Baina 'Alamain-- setelah mengutipsekian banyak pendapat ulama tentang hal di atas, berusahauntuk menjelaskan hal tersebut dengan teori frekuensi dangelombang-gelombang suara. Contoh konkret yang dikemukakannyaadalah radio yang dapat menangkap sekian banyak suara yangberbeda-beda melalui gelombang yang berbeda-beda. Walaupun iasaling masuk-memasuki, namun ia tidak menyatu dan tetapberbeda. Ini pula yang menjadikan kita tak dapat melihatsesuatu yang sebenarnya "ada" namun kita tak melihatnya akibatperbedaan frekuensi dan gelombang-gelombang itu. Apa yangdikemukakan ini -menurutnya sejalan dengan informasi Al-Quran,antara lain yang berbicara tentang keadaan seorang yang sedangsekarat: Maka mengapa ketika nyawa telah sampai ke kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat (yang sekarat), sedangkan (malaikat) Kami lebih dekat kepadanya darimu, tetapi kamu tidak melihat (QS AlWaqi'ah [56]: 83-85). Atau firman-Nya: Aku (Allah) tidak bersumpah dengan apa yang kamu lihat dan yang kamu tidak lihat (QS Al-Haqqah [69]: 38-39). Kedua ayat mulia di atas mengemukakan teori gelombang dan getaran yang sangat jelas dan gamblang. Keduanya telah membagi materi menjadi dua macam, yang sejalan dengan tingkat bumi sehingga dapat dilihat oleh mata, dan yang tidak sejalan karena tingginya gelombangnya, sehingga tersembunyi dari pandangan dan tidak terlihat oleh mata. Dengan demikian kedua ayat tersebut menunjuk ke alam materi yang terasa oleh kita semua, dan alam lain yang tinggi yang tersembunyi dari mata kita. Teori ini juga menafsirkan kepada kita jawaban Nabi Saw. ketika kaum Muslim mempertanyakan pembicaraan beliau dengan Ahl Al-Qalib (tokoh-tokoh kaum musyrik yang gugur dalam peperangan Badar) sebagaimana dikemukakan di atas. (Mustafa Al-Kik dalam Baina 'Alamain hlm. 51) Akhirnya betapa pun terdapat sekian banyak ayat denganpenafsiran-penafsiran di atas, serta ada pula riwayat-riwayatdari berbagai sumber dan kualitas, namun kita tidak dapatmencap mereka yang mengingkari kehidupan barzakh, sebagaiorang-orang yang keluar dari keimanan atau ajaran Islam,selama mereka tetap mengucapkan dua kalimat syahadat. Inidisebabkan karena akidah harus diangkat dari nash keagamaanyang pasti, yaitu Al-Quran dan maknanya pun harus pasti.sedangkan penafsiran-penafsiran yang dikemukakan di atas belummencapai tingkat kepastian yang dapat dijadikan akidah. KEHIDUPAN AKHIRAT Kehidupan akhirat dimulai dengan peniupan sangkakala: Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit sehingga hari itu langit menjadi lemah (QS Al-Haqqah [69]: 13-16). Dalam ayat lain dijelaskan bahwa: ... dan ditiup sangkakala sehingga matilah siapa (rnakhluk) yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah (QS Al-Zumar [39]: 68). Yang dikecualikan antara lain adalah malaikat Israfil yangbertugas meniup sangkakala itu. Ini karena masih akan adapeniupan kedua sebagaimana lanjutan ayat di atas: Kemudian ditiupkan sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka (semua yang telah mati) berdiri menunggu (putusan Tuhan terhadap masing-masing) (QS Al-Zumar [39]: 68). Banyak sekali ayat Al-Quran yang berbicara tentang kehancuranalam raya, matahari digulung, bulan terbelah, bintang-bintangpudar cahayanya, gunung dihancurkan sehingga menjadi debu yangbeterbangan bagaikan kapas, dan sebagainya. Itu semuamerupakan kehancuran total, bukan kehancuran bagian tertentusaja dari alam raya ini. Begitu manusia dihidupkan kembali dengan peniupan sangkakalakedua, tiba-tiba: Sambil menundukkan pandangan, mereka keluar dari kubur mereka bagaikan belalang yang beterbangan. Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir -ketika itu- berkata: "Ini adalah hari yang sulit." (QS Al-Qamar [54]: 7-8). Ada jarak waktu antara peniupan pertama dan kedua. Hanya Allahyang mengetahui kadar waktu itu. Dan ketika semua makhluktelah meninggal, termasuk Israfil, Allah Swt. "berseru" dan"bertanya": Kepunyaan siapakah kerajaan/kekuasaan hari ini? (Kemudian Allah menjawabnya sendiri): "Kepunyaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan" (QS Mu'min [40]: 16). Saat peniupan kedua, manusia sadar bahwa kehidupan di duniahanya sebentar (QS Al-Isra' [17]: 43) bahkan mereka merasahanya bagaikan boberapa saat di sore atau pagi hari (QSAl-Nazi'at [79]: 46). Dari sana manusia digiring ke mahsyar (tempat berkumpul untukmenghadapi pengadilan Ilahi): Setiap jiwa datang dengan satu penggiring dan satu penyaksi (QS Qaf [50]: 21). Penggiring adalah malaikat dan penyaksi adalah diri manusiasendiri yang tidak dapat mengelak, atau amal perbuatannyamasing-masing. Begitu penafsiran para ulama. Dan ketika itu terjadilah pengadilan agung. Pada hari itu yang menjadi saksi atas mereka adalah lidah, tangan, dan kaki mereka, menyangkut apa yang dahulu mereka lakukan (QS Al-Nur [24]: 24). Bahkan boleh jadi, mulut mereka ditutup dan yang berbicaraadalah tangan mereka kemudian kaki mereka yang menjadisaksi-saksinya Sebagaimana ditegaskan dalam surat Ya Sin (36):65. Yang ingin diinformasikan oleh ayat-ayat di atas dansemacamnya adalah bahwa pada hari itu tidak ada yang dapatmengelak, tidak ada juga yang dapat menyembunylkan sesuatu dihadapan pengadilan yang maha agung itu. Siapa yang mengerjakan (walau) sebesar zarrah (dari kebaikan). maka dia akan melihat (ganjarannya) (QS Az-Zilzal [99]: 7). Demikian pula sebaliknya (baca surat Al-Zilzal [99]: 8). Pengadilan Ilahi itu akan diadakan terhadap setiap pribadimukalaf, "Tidak ada satupun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Tuhan telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah dengan sendiri-sendiri (QS Maryam [19]: 93-95) Pengadilan itu menggunakan "timbangan" yang hak sehingga tidakada yang teraniaya karena walau sebesar biji sawi pun Tuhanakan mendatangkan ganjarannya. (Baca QS Al-Anbiyat [21]: 47).Apakah timbangan itu sesuatu yang bersifat material atau hanyakiasan tentang keadilan mutlak, tidaklah banyak pengaruhnyadalam akidah, selama diyakini bahwa ketika itu tidak ada lagisedikit penganiayaan pun. Yang pasti adalah: Timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang berat timbangan (amal salehnya) maka mereka adalah orang-orang beruntung, dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (QS Al-A'raf [7]: 8-9) Hasil pencatatan amal manusia yang ditimbang itu, akandiserahkan kepada setiap orang: Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab (catatan amalnya) dari arah kanannya, maka (dengan gembira) ia berkata: "Inilah, bacalah kitabku ini. Sesungguhnya (sejak dahulu di dunia) aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) atas diriku." Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai; dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat. (Kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap dikarenakan amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari terdahulu (di dunia)." Adapun yang diberikan kepadanya kitabnya dari arah kirinya, maka dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab (perhitungan) terhadap diriku. Aduhai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak memberi manfaat bagiku. Telah hilang kekuasaan dariku" (QS Al-Haqqah [69]: 19-29). Dari mahsyar (tempat berkumpul), manusia menuju surga atauneraka. Beberapa ayat dalam Al-Quran menginformasikan bahwadalam perjalanan ke sana mereka melalui apa yang dinamai "
APA YANG TERJADI PADA TUBUH DI KUBURAN
Di kuburan, pembusukan bermula pada daerah perut dan kemaluan. Shubhanalloh, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah Ta’ala membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make-up dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona dan warna, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna.
HARI KEDUA,
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti : limpa, hati, paru-paru dan lambung.
HARI KETIGA,
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluarkan bau busuk yang sangat tidak sedap.
SEMINGGU SETELAHNYA,
Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.
SETELAH 10 HARI,
Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggoya tubuh tersebut, perut, lambung, limpa….
SETELAH DUA MINGGU,
Rambut mulai rontok.
SETELAH 15 HARI,
Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya.
SETELAH ENAM BULAN,
Anda tidak akan menemukan kecuali rangka tulang saja.
SETELAH 25 TAHUN,
Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, Anda akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz-dzanab (tulang ekor), dari tulang ekor inilah kita kelak akan dibangkitkan oleh Allah Ta’ala pada hari kiamat.
Saudara-saudaraku fillah, inilah tubuh yang selamanya ini kita jaga, Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya.
Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sis-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah kusebutkan kepada anda.
Kami memohon keteguhan kepada Allah untukku dan untukmu sekalian. Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami diatas agama-Mu. Ya Allah, jadikanlah jadikanlah kuburan kami sebagai satu taman dari taman-taman surga, dan jangan jadikan dia sebagai satu lobang dari lobang-lobangapi neraka. (AR)*
Senin, 13 Juni 2011
Minggu, 12 Juni 2011
Jumat, 27 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
IN MEMORI
Senin 09 mei 2011 aku dan teman teman memndengar kabar bahwa kau kecelakaan tidak lama kemudian aku dan temen teman mendengar kabar bahwa engkau telah pergi untuk selama lamanya meningalkan kami, sunguh ku tak percaya mendengar kabar yang sangat memilukan itu rasanya seperti mimpi namun kami harus menerima kenyataan ini bahwa kau telah pergi untuk selama lamanya. Tak kami sangka bahwa kepergianmu begitu teragis.
Namun apa daya itu merupakan kehendak yang maha kuasa kami sebagai teman hanya bisa mengenang mu dalam hati kami, keceriaan, senyuman,dan canda tawamu takkan pernah bisa kami lupakan. Semoga engkau tenag di alam sana dan di terima semua amal baik mu. Kami sebagai teman hanya bisa mendoakan mu dari sini.!
Selamat jalan teman semoga kau tenag, semua canda, tawa, bayangmu, takkan pernah kami lupakan dalam setiap langkah kau selalu ada sampai kini kami tak percaya kau telah tiada.
Namun apa daya itu merupakan kehendak yang maha kuasa kami sebagai teman hanya bisa mengenang mu dalam hati kami, keceriaan, senyuman,dan canda tawamu takkan pernah bisa kami lupakan. Semoga engkau tenag di alam sana dan di terima semua amal baik mu. Kami sebagai teman hanya bisa mendoakan mu dari sini.!
Selamat jalan teman semoga kau tenag, semua canda, tawa, bayangmu, takkan pernah kami lupakan dalam setiap langkah kau selalu ada sampai kini kami tak percaya kau telah tiada.
Langganan:
Postingan (Atom)





